Laman

Kamis, 25 Juni 2015

Semangat Kebangsaan (Nasionalisme da Patriotisme)

Semangat Kebangsaan (Nasionalisme dan Patriotisme)

1.     Nasionalisme
                Semangat kebangsaan biasa disebut juga dengan instilah nasionalisme. Nasionalisme berasal dari kata nation (bangsa). Bangsa adalah sekelompok manusia yang hidup dalam suatu wilayah tertentu dan memiliki rasa persatuan yang timbul karena kesamaan pengalaman sejarah, serta memiliki cita-cita bersama yang ingin dilaksanakan didalam Negara yang berbentuk Nasional.
                Nasionalisme adalah suatu gejala psikologis berupa rasa persamaan dari sekelompok manusia yang menumbulkan kesadaran sebagai suatu bangsa. Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh factor politik, ekonomi, social, dan intelektual yang terjadi dalam lingkungan kebudayaan melalui proses sejarah (historis).

A. Unsur-unsur Nasionalisme
                Semangat kebangsaan (nasionalisme) yang ada pada diri seseorang tidak datang dengan sendirinya, tetapi dipengaruhi oleh unsur-unsur sebagai berikut.
*      Perasaan nasional, sifatnya bias keluar dan dalam diri seseorang.
*      Watak nasional.
*      Batas nasional, yaitu memberikan pengaru emosional dan ekonomis pada diri individu.
*      Bahasa nasional.
*      Agama.
*      Peralatan nasional.

B. Timbulnya Nasionalisme
                Nasionalisme muncul dibelahan Negara-negara dunia, baik dikawasan Asia, eropa, maupun Amerika. Akan tetapi, factor penyebab timbulnya nasionalisme di Asia dan Amerika berbeda.
Nasionalisme Eropa muncul disebabkan oleh factor-faktor sebagai berikut.
Ø  Munculnya paham rasionalisme dan romantisme.
Ø  Munculnya paham aufklarung dan kosmopolitanisme.
Ø  Terjadinya revolusi Perancis.
Ø  Reaksi atas agresi yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte.
Nasionalisme yang terjadi di Negara-negara Asia muncul karena factor-faktor berikut.
v  Adanya kenangan atas kejayaan masa lampau.
v  Imperalisme.
v  Pengaruh paham Revolusi Perancis.
v  Adanya kemenangan Jepang atas Rusia.
v  Piagam Atlanthic Charter.
v  Timbulnya golongan terpelajar.

C. Tujuan Nasionalisme
                Pada dasarnya nasionalisme yang muncul dibanyak Negara memiliki tujuan sebagai berikut.
      1)            Menjamin kemauan dan kekuatan mempertahankan masyarakat nasionalmelawan musuh dari luar Negara sehingga melahirka semangat rela berkorban.
      2)            Menghilangkan ekstremisme (tuntutan yang berlebihan) dari warga Negara (individu dan kelompok)
                Bertolak dari hal diatas, tujuan popok dari nasionalisme, khususnya yang terjadi di Negara Asia adalah sebagai berikut.
Tujuan pokok Nasionalisme Asia

Aspek

Tujuan Nasionalisme


Politik


Ekonomi



Kebudayaan

Menumbangkan dominasi politik bangsa penjajah dan membangun Negara merdeka

Menghapuskan penghisapan dari praktik imperialism atas bangsanya dan membangun  suatu system perekonomian nasional menuju terwujudnya kesejahteraan masyarakat berkeadilan social

Menghapus pengaruh kebudayaan asing yang merusak, kemudian membina kebudayaan nasional berdasar pada sintesis budaya asli dengan budaya asing yang konstruktif dan tidak bertentangan dengan budaya nasional


D. Akibat Nasionalisme
                Nasionalisme yang muncul dibeberapa Negara membawa akibat beraneka ragam, bahkan terkadang sangat bertentangan dengan tujuan nasionalisme itu sendiri. Akibat dari munculnya nasionalisme dibeberapa Negara, timbul hal-hal berikut :
·         Negara Nasional (National state).
·         Peperangan.
·         Imperilisme.
·         Protektsionisme.
·         Akibat social.

E. Tahap-tahap Pertumbuhan Nasionalisme
                Berdasarkan waktu, munculnya semangat kebangsaan di dunia ini dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap.

Tahap pertama
Ø  Perubahan system perekonomian, dari agraris feodalistis menjadi borjuis kapitalis. Akibatnya melahirkan golongan pertengahan (golongan borjuis, middle class).
Ø  Hubungan internasional terjadi antara raja dengan raja melalui ikatan perkawinan.
Ø  Lahirnya merkantilisme, yakni suatu poitik perekonomian Nasional yang ditujukkan untuk menambah kekuasaan Negara yang diwujudkan dalam diri raja dengan cara menimbun sebanyak mungkin kekayaan berupa emas dan perak, melakukan perluasan area perdagangan, merebut pasar bangsa lain dan peperangan (gold, gospel, and glory)
Ø  Peranan golongan pertengahan yang besar dalam memakmurkan Negara tetapi tidak bisa menikmati, dirasakan tidak adil. Akhirnya menimbulkan revolusi untuk menentang raja. Misalnya, Revolusi Puritan (1642), revolusi Amerika (1776), dan revolusi Perancis (1789).

Tahap kedua (Napoleon - Perang Dunia I)
*      Hubungan internasional berlangsung berdasarkan pada kepentingan bangsa.
*      Berlomba-lomba membangun industry, memperbesar hasil dan memperluas perdagangan.
*      Kebutuhan bahan mentah dan melimpahnya hasil industry (imprealisme modern)
*      Meletusnya Perang Dunia I (1914-1919).
*      Middle class nationalisme.

Tahap ketiga (1920 perang dunia II)
v  Munculnya pengakuan terhadap semua golongan masyarakat  sebagai suatu bangsa.
v  Lahirnya jinggoisme dan chauvinisme.
v  Meletusnya Perang Dunia II.
v  Sesudah Perang Dunia II, muncul nternasionalisme sebagai akibat dari adanya perkembangan dari teknologi komunikasi dan transportasi. Dengan demikian dengan adanya kebergantungan ekonomi dan ketakutan akan perang nuklir.

F. Factor Pendorong Munculnya Nasionalisme di Indonesia
                Munculnya semangat kebangsaan yang ada pada masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh factor dari dalam (intern) dan factor dari luar (ekstern).

Factor-faktor ekstern yang mempengaruhi munculnya nasionalisme Indonesia :
o   Pengaruh paham-paham modern dari Eropa (liberalism, humanism, nasionalisme, dan komunisme).
o   Gerakan pan-Islamisme.
o   Pergerakan bangsa terjajah di Indonesia.
o   Kemenangan Jepang atas Rusia.

Sedangkan factor-faktor intern yang mendorong munculnya nasionalisme di Indonesia adalah sebagai berikut :
§  Timbulnya kembali golongan pertengahan (kaum terpelajar)
§  Adanya penderitaan dan kesengsaraan yang dialami oleh seluruh rakyat diberbagai bidang kehidupan.
§  Pengaruh golongan peranakan.
§  Adanya keinginan untuk melepaskan diri dari imperealisme.


G. Perbedaan Nasionalisme Asia dan Eropa

Nasionalisme di Asia

Nasionalisme di Eropa

Lahir sebagai realisasi atas system imperealisme

Melahirkan keberanian terhadap ras kulit putih

Mengandung rasa solidaritas dengan bangsa lain di dunia

Lahir sebagai akibat perubahan struktur masyarakat dan feodalistik menuju kapitalis
Tidak terjadi

Tidak terjadi


2.       Patriotisme

                Patriotisme adalah sikap dan perilaku seorang yang dilakukan dengan penuh semangat rela berkorban untuk kemerdekaan, kemajuan, kejayaan, dan kemakmuran bangsa. Seseorang yang memiliki perilaku patriotic ditandai oleh adanya hal-hal berikut.
      1)            Rasa cinta pada tanah air.
      2)            Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara.
      3)            Menempatkan kesatuan, persatuan, serta keselamatan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.
      4)            Berjiwa pembaharu.
      5)            Tidak mudah menyerah.
                Konsep patritik tidak selalu terjadi dalam lingkup bangsa dan Negara, tetapi juga dalam lingkup sekolah dan desa atau kampung. Kita mungkin bisa menemukan seorang siswa atau masyarakat berbuat sesuatu yang mempunyai arti sangat besar bagi sekolah atau bagi lingkungan desa atau kampung.

3.       Konsep Lain Yang berhubungan dengan Nasionalisme da Patriotisme

Beberapa konsep atau istilah yang berhubungan dengan nasionalisme antara lain sebagai berikut :
*      Chauvinisme
Chauvinisme adalah rasa cinta tanah air yang berlebihan dengan mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain. Contoh seperti yang di kemukakan oleh Adolf Hitler dengan kalimat “Deutshland Uber Alles In der Welt” (Jerman diatas segala-galanya dalam dunia). Slogan ini kadang masih dipakai de Jerman untuk memberi semangat pada atlet dalam bertanding. Inggris punya slogan “Right or Wrong is My country” demikian juga Jepang yang menganggap bangsanya sebagai keturunan Dewa Matahari.

*      Sukuisme

                Sukuisme adalah suatu paham yang memandang bahwa suku bangsanya lebih baik dibandingkan dengan suku bangsa lain, atau rasa cinta yang berlebihan terhadap suku bangsa sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar