Semangat Kebangsaan (Nasionalisme dan Patriotisme)
1.
Nasionalisme
Semangat
kebangsaan biasa disebut juga dengan instilah nasionalisme. Nasionalisme
berasal dari kata nation (bangsa). Bangsa adalah sekelompok manusia yang hidup
dalam suatu wilayah tertentu dan memiliki rasa persatuan yang timbul karena
kesamaan pengalaman sejarah, serta memiliki cita-cita bersama yang ingin
dilaksanakan didalam Negara yang berbentuk Nasional.
Nasionalisme
adalah suatu gejala psikologis berupa rasa persamaan dari sekelompok manusia
yang menumbulkan kesadaran sebagai suatu bangsa. Nasionalisme merupakan hasil
dari pengaruh factor politik, ekonomi, social, dan intelektual yang terjadi
dalam lingkungan kebudayaan melalui proses sejarah (historis).
A. Unsur-unsur Nasionalisme
Semangat
kebangsaan (nasionalisme) yang ada pada diri seseorang tidak datang dengan
sendirinya, tetapi dipengaruhi oleh unsur-unsur sebagai berikut.
B. Timbulnya Nasionalisme
Nasionalisme
muncul dibelahan Negara-negara dunia, baik dikawasan Asia, eropa, maupun
Amerika. Akan tetapi, factor penyebab timbulnya nasionalisme di Asia dan
Amerika berbeda.
Nasionalisme Eropa muncul
disebabkan oleh factor-faktor sebagai berikut.
Ø Munculnya
paham rasionalisme dan romantisme.
Ø Munculnya
paham aufklarung dan kosmopolitanisme.
Ø Terjadinya
revolusi
Perancis.
Ø Reaksi
atas agresi yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte.
Nasionalisme yang terjadi di
Negara-negara Asia muncul karena factor-faktor berikut.
v Adanya
kenangan atas kejayaan masa lampau.
v Imperalisme.
v Pengaruh
paham Revolusi Perancis.
v Adanya
kemenangan Jepang atas Rusia.
v Piagam
Atlanthic
Charter.
v Timbulnya
golongan terpelajar.
C. Tujuan Nasionalisme
Pada
dasarnya nasionalisme yang muncul dibanyak Negara memiliki tujuan sebagai
berikut.
1)
Menjamin kemauan dan kekuatan mempertahankan
masyarakat nasionalmelawan musuh dari luar Negara sehingga melahirka semangat
rela berkorban.
2)
Menghilangkan ekstremisme (tuntutan yang
berlebihan) dari warga Negara (individu dan kelompok)
Bertolak
dari hal diatas, tujuan popok dari nasionalisme, khususnya yang terjadi di
Negara Asia adalah sebagai berikut.
Tujuan pokok Nasionalisme Asia
Aspek
|
Tujuan
Nasionalisme
|
Politik
Ekonomi
Kebudayaan
|
Menumbangkan dominasi politik bangsa penjajah dan
membangun Negara merdeka
Menghapuskan penghisapan dari praktik imperialism
atas bangsanya dan membangun suatu
system perekonomian nasional menuju terwujudnya kesejahteraan masyarakat
berkeadilan social
Menghapus pengaruh kebudayaan asing yang merusak,
kemudian membina kebudayaan nasional berdasar pada sintesis budaya asli
dengan budaya asing yang konstruktif dan tidak bertentangan dengan budaya
nasional
|
D. Akibat Nasionalisme
Nasionalisme
yang muncul dibeberapa Negara membawa akibat beraneka ragam, bahkan terkadang
sangat bertentangan dengan tujuan nasionalisme itu sendiri. Akibat dari
munculnya nasionalisme dibeberapa Negara, timbul hal-hal berikut :
·
Negara Nasional (National state).
·
Peperangan.
·
Imperilisme.
·
Protektsionisme.
·
Akibat social.
E. Tahap-tahap Pertumbuhan Nasionalisme
Berdasarkan
waktu, munculnya semangat kebangsaan di dunia ini dapat dikelompokkan menjadi
tiga tahap.
Tahap
pertama
Ø Perubahan
system perekonomian, dari agraris feodalistis menjadi borjuis kapitalis.
Akibatnya melahirkan golongan pertengahan (golongan borjuis, middle class).
Ø Hubungan
internasional terjadi antara raja dengan raja melalui ikatan perkawinan.
Ø Lahirnya
merkantilisme, yakni suatu poitik perekonomian Nasional yang ditujukkan untuk
menambah kekuasaan Negara yang diwujudkan dalam diri raja dengan cara menimbun
sebanyak mungkin kekayaan berupa emas dan perak, melakukan perluasan area
perdagangan, merebut pasar bangsa lain dan peperangan (gold, gospel, and glory)
Ø Peranan
golongan pertengahan yang besar dalam memakmurkan Negara tetapi tidak bisa
menikmati, dirasakan tidak adil. Akhirnya menimbulkan revolusi untuk menentang
raja. Misalnya, Revolusi Puritan (1642), revolusi Amerika (1776), dan revolusi Perancis
(1789).
Tahap
kedua (Napoleon - Perang Dunia I)
Tahap
ketiga (1920 perang dunia II)
v Munculnya
pengakuan terhadap semua golongan masyarakat
sebagai suatu bangsa.
v Lahirnya
jinggoisme
dan chauvinisme.
v Meletusnya
Perang Dunia II.
v Sesudah
Perang Dunia II, muncul nternasionalisme sebagai akibat dari adanya
perkembangan dari teknologi komunikasi dan transportasi. Dengan demikian dengan
adanya kebergantungan ekonomi dan ketakutan akan perang nuklir.
F. Factor Pendorong Munculnya Nasionalisme di
Indonesia
Munculnya
semangat kebangsaan yang ada pada masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh factor dari
dalam (intern) dan factor dari luar (ekstern).
Factor-faktor ekstern yang mempengaruhi munculnya nasionalisme
Indonesia :
o Pengaruh paham-paham modern dari Eropa
(liberalism, humanism, nasionalisme, dan komunisme).
o Gerakan
pan-Islamisme.
o Pergerakan
bangsa terjajah di Indonesia.
o Kemenangan
Jepang atas Rusia.
Sedangkan factor-faktor intern yang mendorong munculnya nasionalisme di
Indonesia adalah sebagai berikut :
§ Timbulnya
kembali golongan pertengahan (kaum terpelajar)
§ Adanya
penderitaan dan kesengsaraan yang dialami oleh seluruh rakyat diberbagai bidang
kehidupan.
§ Pengaruh
golongan peranakan.
§ Adanya
keinginan untuk melepaskan diri dari imperealisme.
G. Perbedaan Nasionalisme Asia dan Eropa
Nasionalisme di Asia
|
Nasionalisme di Eropa
|
Lahir sebagai realisasi atas system imperealisme
Melahirkan keberanian terhadap ras kulit putih
Mengandung rasa solidaritas dengan bangsa lain di
dunia
|
Lahir sebagai akibat perubahan struktur
masyarakat dan feodalistik menuju kapitalis
Tidak terjadi
Tidak terjadi
|
2. Patriotisme
Patriotisme
adalah sikap dan perilaku seorang yang dilakukan dengan penuh semangat
rela berkorban untuk kemerdekaan, kemajuan, kejayaan, dan kemakmuran bangsa.
Seseorang yang memiliki perilaku patriotic ditandai oleh adanya hal-hal
berikut.
1)
Rasa cinta pada tanah air.
2)
Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan
Negara.
3)
Menempatkan kesatuan, persatuan, serta
keselamatan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.
4)
Berjiwa pembaharu.
5)
Tidak mudah menyerah.
Konsep
patritik tidak selalu terjadi dalam lingkup bangsa dan Negara, tetapi juga
dalam lingkup sekolah dan desa atau kampung. Kita mungkin bisa menemukan
seorang siswa atau masyarakat berbuat sesuatu yang mempunyai arti sangat besar
bagi sekolah atau bagi lingkungan desa atau kampung.
3. Konsep Lain Yang berhubungan dengan Nasionalisme da
Patriotisme
Beberapa konsep atau istilah yang berhubungan dengan nasionalisme
antara lain sebagai berikut :
Chauvinisme adalah rasa cinta tanah air yang
berlebihan dengan mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain.
Contoh seperti yang di kemukakan oleh Adolf Hitler dengan kalimat “Deutshland
Uber Alles In der Welt” (Jerman diatas segala-galanya dalam dunia).
Slogan ini kadang masih dipakai de Jerman untuk memberi semangat pada atlet
dalam bertanding. Inggris punya slogan “Right or Wrong is My country”
demikian juga Jepang yang menganggap bangsanya sebagai keturunan Dewa
Matahari.
Sukuisme
adalah suatu paham yang memandang bahwa suku bangsanya lebih baik dibandingkan
dengan suku bangsa lain, atau rasa cinta yang berlebihan terhadap suku bangsa
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar